Sabtu, 23 Mei 2015

Donasi Kreatif untuk Rohingya, Melalui #SekokKeSekok

Promo #DonasiKreatif #SekokKeSekok untuk Anak-anak Rohingya.
" 3 tampilan t-shirt yang  akan dibagikan kepada anak-anak pengungsi Rohingya"

KOTA JAMBI - Pelanggaran HAM yang menimpa saudara Muslim Rohingya - Myanmar, semakin menjadi-jadi. Tidak hanya orang  dewasa, anak-anak Muslim Rohingya dengan segala keterbatasan pakaian layak pakai, juga turut terdampar di pengungsian Serambi Mekah, Aceh.

Beranjak dari permasalahan sosial tersebut, sesuai dengan misi Ankso Peduli dengan brand social enterprise #SekokKeSekok, merancang penggalangan donasi bantuan dengan cara kreatif melalui penjualan t-shirt. Yang mana setiap belanja senilai Rp  120.000,-, konsumen/donatur akan mendapatkan:
  • 1 t-shirt ukuran dewasa
  • 1 t-shirt ukuran anak-anak untuk didonasikan kepada anak-anak Rohingya di Aceh.
  • Selain itu konsumen juga mendapatkan bonus sticker cutting glow in the dark sebaga tanda ucapan terima kasih karena telah ikut berpartisipasi.


Belanja sambil sedekah, donasi dengan cara kreatif.

Tanpa harus menunggu laku terlebih dahulu, Ankso Peduli segera memproduksi 50 t-shirt donasi yang akan disalurkan melalui Dompet Dhuafa Nasional yang bertugas di lokasi pengungsian. Jadi, berapapun t-shirt yang terjual, karena ini bersifat mendesak maka akan tetap disalurkan 50 t-shirt. Dan ada kemungkinan akan melebihi target jika ternyata semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi dalam gerakan donasi kreatif ini. Karena selain melalui belanja, siapa saja bisa berdonasi langsung senilai Rp 35.000,- untuk memberikan 1 t-shirt tersebut untuk anak-anak Rohingya.


4 tampilan t-shirt #SekokKeSekok yang bisa dibeli oleh konsumen/donatur sebagai wujud partisipasi donasi kreatif untuk anak-anak Rohingya.

FYI, mengapa t-shirt? Kenapa tidak bantuan makanan? Obat-obatan? Uang tunai? Itu semua sudah menjadi pertimbangan Ankso Peduli, namun sesuai dengan bidang dan bagiannya Ankso Peduli yang juga bergerak dalam bidang bisnis konveksi, jadi inilah yang mampu digerakan untuk membantu sesama. Tidak hanya memberi manfaat pakaiannya saat dikenakan oleh anak-anak Rohingya, tapi juga menjadi media social campaign fo all muslims in the world agar bisa semakin peka dan peduli sesama Muslim. Karena pada t-shirt tersebut menampilkan pesan yang didesain khusus untuk gerakan ini berupa pesan-pesan kepedulian sesama Muslim, yang bisa dilihat oleh seluruh  masyarakat dunia jika ada pemberitaan mengenai Rohingya. Jadi, bukan hanya sekedar belanja, bukan hanya sekedar menyalurkan pakaian, namun ada sisi social campaign di dalamnya. (sea)

Kamis, 21 Mei 2015

Kalkulasi donasi #BeasiswaRombongan edisi 2

KOTA JAMBI - Universitas Jambi telah melangsungkan wisuda hari ini, Jum'at (22/05) di Balairung Universitas Jambi Mendalo. Itu tandanya Ankso Peduli akan memulai merekap hasil donasi yang terkumpul melalui penjualan seragam wisuda di Ankso Production.

Donasi ini adalah donasi yang diberikan oleh konsumen Ankso Production yang telah membeli sergam wisuda di Ankso Production, yaitu setiap uang yang dibelanjakan untuk membeli seragam wisuda secara otomatis sudah disisihkan sebagian sebagai donasi.

Donasi ini akan dialokasikan untuk membantu Mahasiswa lainnya yang kurang mampu dan berprestasi untuk menyelesaikan skripsinya hingga bisa wisuda juga.

Rabu, 20 Mei 2015

#SekokKeSekok, Mulai Garap Pemotretan


KOTA JAMBI - Fashion anak muda seolah tak akan pernah ada habisnya. Brand-brand fashion terbaru seolah berlomba-berlomba bermunculan untuk mencuri perhatian anak muda. Mulai dari pakaian sejenis t-shirt, kemeja, jacket, celana, juga tas, topi, dan masih banyak lagi. Apalagi jika produk tersebut mencirikan diri si pemakainya.

Berangkat dari besarnya minat akan hal tersebut, Ankso Production yang juga bergerak dalam bidang usaha konveksi, dengan gerakan sosialnya Ankso Peduli, mencoba untuk melahirkan brand baru yang akan memberikan nuansa baru di kalangan anak muda (Jambi khususnya) dalam proses menuju perbaikan dan peningkatan kapasitas diri.

Jika saat ini Jambi sudah memiliki beberapa brand t-shirt yang mencirikan wilayah "apa itu Jambi" dengan segala kekhasannya, Ankso Peduli dengan brand #SekokKeSekok lebih mengambil sekmen kepribadian yang musti dimiliki dan yang dicita-citakan oleh anak muda, baik melalui media design motivasi, sentilan, maupun kiasan.

Religius? Ya bisa bilang seperti itu. Di situlah #SekokKeSekok mengambil peran dalam hal menebar provokasi kebaikan kepada anak muda melalui media yang digemari oleh mereka. Baik bagi si pemakai produknya, maupun yang melihatnya.

Dan belum lama ini, tim #SekokKeSekok telah menjalani sesi pemotretan untuk menampilkan 4 design tshirt edisi pertama. Namun, untuk promo terang-terangannya nanti masih akan melalui beberapa proses yang harus tim #SekokKeSekok persiapkan.










FYI, #SekokKeSekok adalah salah satu gerakan social enterprise yang diinisiasi oleh Ankso Peduli (gerakan sosial dari bisnis Ankso Production) melalui media kreatif t-shirt motivasi. Yang mana dari setiap penjualan t-shirt juga terkandung nilai donasi (sedekah) di dalamnya. Jadi, setiap konsumen yang membeli produk ini, berarti konsumen tersebut telah ikut berpartisipasi mendonasikan 1 t-shirt motivasi anak untuk anak-anak yang membutuhkan (yatim dan dhuafa). Maka dari itu namanya #SekokKeSekok yang merupakan gabungan dari kata "Sekok" "Ke" Sekok" yang artinya Satu Ke Satu, beli satu baju dapat satu baju lagi (ukuran anak-anak) untuk diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan. Semakin banyak produk yang terjual, maka semakin banyak pula anak-anak yang menerima manfaatnya. (sea)

Kamis, 14 Mei 2015

Pembinaan dan Pelatihan Daur Ulang Barang Bekas


Setelah menjalani tahap persiapan sejak 2 bulan yang lalu, akhirnya bulan Mei mulai dijalankan program pembinaan dan pelatihan ekonomi kreatif di Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Alyatama Jambi. Salah satu program yang dijalankan oleh anggota SEA Jambi yaitu Rengke, adalah pemanfaatan limbah kertas untuk menjadi produk handycraft yang bernilai tambah dan ekonomis. Ini hanyalah sebagai pengantar sebelum memasuki program utama berupa kerajinan anyaman rotan untuk dijadikan produk plakat kenang-kenangan khas Jambi.

Sejak dimulainya pertemuan pertama pada Kamis 7 Mei  2015 lalu, anak didik yang terdiri dari siswa SMP dan SMA ini lebih difokuskan terlebih dahulu untuk mengenal apa-apa saja produk handycraft, salah satu contohnya produk berbahan limbah koran. Dan selanjutnya nanti akan diajarkan membuat produk yang lebih rumit teksturnya.

Sama halnya dengan anggota SEA Jambi lainnya, yaitu Ankso Peduli, yang juga turut serta menjalankan program serupa untuk ekonomi kreatif digital printing, program Rengke ini juga dijalankan hingga penghujung tahun 2015 ini. Begitu pula tujuannya, sama-sama menjadikan anak didik lebih mengembangkan minat daa bakat mereka sebagai bekal soft skill demi masa depan mereka. (sea)

Hari Pertama, Pembinaan dan Pelatihan Ekonomi Kreatif Digital Printing



Selain wisata edukasi alam anyaman resam dengan desa mitra binaan di Desa Suka Maju Kabupaten Muaro Jambi, AnksoPeduli sebagai social enterprise juga mengembangkan aktivitas minat bakat anak dan remaja dalam dunia design grafis dan digital printing. Ini sesuai dengan aktivitas utama dari Ankso Peduli yaitu Ankso Production yang merupakan bisnis konveksi dan percetakan.

Bersama 2 rekan usaha lainnya dalam bidang anyaman rotan dan rajutan, Ankso Peduli lebih dikhususkan untuk pembinaan dan pelatihan dalam bidang ekonomi kreatif digital printing sebagai program unggulan yang telah disepakati bersama Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Alyatama Jambi dari Kementerian Sosial Republik Indoensia. PSSA yang berlokasi di kawasan Talang Banjar Kota Jambi ini membina puluhan anak, dan khusus program ekonomi kreatif ini diikuti 15 anak yang terdiri dari siswa SMP dan SMA.

Pada pertemuan pertama, kemarin (13 Mei 2015), Ankso Peduli memulai dengan perkenalan apa itu ekonomi kreatif, khususnya dalam bidang  design grafis dan digital printing. Sekelumit tentang dunia design grafis dan digital printing dijelaskan secara rinci, mulai dari definisi, jenis dan bentuk, serta peluang dan manfaatya. Hal ini dimaksudkan untuk memberi pencerahan dan stimulus terlebih dahulu kepada anak binaan agar semakin tertarik untuk mengembangkan minat bakatnya dalam bidang ini.

Selanjutnya, hingga penghujung tahun 2015 ini, anak binaan akan secara bertahap dibina dan dilatih, baik itu secara teoritis maupun praktek langsung hingga mampu menghasilkan produk digital printing yang mampu bersaing di pasaran. Serta bisa menjadi bekal soft skill bagi mereka jika sudah mampu mandiri dari PSAA ini untuk kehidupan mereka di masa depan.

Untuk diketahui, bahwa program ini adalah program dari pihak yayasan yang telah diajukan dan disetujui oleh Kemensos RI agar memberikan soft skill kepada anak binaan dalam rangka peingkatan minat bakan dalam bidang ekonomi kreatif. Dan dalam hal ini, peranan Ankso Peduli ditunjuk sebagai tenaga pendamping, pelath dan pembina selama berlangsungnya program ini hingga akhir tahun 2015 ini. Untuk jadwalnya sendiri, akan dijadwalkan pertemuan seminggu sekali dengan metode 10% teori dan 90% praktek. (ap)

Selasa, 21 April 2015

Menyamakan Visi Misi


BERTEMPAT di gedung serba guna Panti Sosial Anak Asuhan (PSSA) Al-Yatama Jambi Kementerian Sosial RI, Senin (20/04) , pihak yayasan kembali mengundang tim instruktur pembinaan anak asuh untuk membahas secara rinci mengenai indikator, capaian program dan meteri kewirausahaan secara umum. Pembahasan ini adalah tindak lanjut dari agenda sebelumnya saat pengenalan program.

Nurhasanah, selaku manager program pembinaan ini, mengundang tim instruktur dalam rangka menguatkan visi dan misi bersama agar tercapai apa yang ditargetkan hingga akhir tahun 2015 ini.
Pertemuan kali ini, turut dihadiri oleh Drs. H. Agus Syarif, MBS, selaku konsultan program yang memberikan arahan bagi seluruh pelaksana program baik itu tim instruktur maupun pihak yayasan.


Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam ini, turut disampaikan Surat Keputusan (SK) yang memuat tupoksi dari para pelaksana program.
Setiap instruktur akan didampingi oleh tenaga pendamping dari pihak yayasan selama pembinaan kepada anak asuh, agar komunikasi antara instruktur dengan anak asuh lebih lancar, baik itu dari teknis pengaturan jadwal pertemuan hingga pula ke pengaturan non teknis.


Untuk diketahui, Social Entrepeneur Academy (SEA) Jambi yang juga anggota dari Inkubator Bisnis (Inbis) Jambi, turut ambil bagian dalam pembinaan ini dengan cara menjadi isntruktur pembinaan untuk bisnis ekonomi kreatif berupa digital printing dan anyaman rotan. (ar)

Minggu, 05 April 2015

ONE FOR ONE: One person buys. One person is helped

Jika ada satu faktor utama yang harus diperhatikan seorang pebisnis sosial, maka jawabannya adalah sustainability. Menciptakan perubahan sosial adalah satu hal, tetapi menjaga keberlanjutan perubahan tersebut adalah hal lain yang penting untuk dipikirkan.

      TOMS Shoes adalah sebuah bisnis sosial berbasis di California yang sejak 2006, terus bertumbuh menjadi bisnis besar yang berekspansi ke banyak negara. SEA Jambi akan berbagi cerita bagaimana TOMS berhasil menciptakan perubahan sosial yang besar dengan mengembangkan bisnis yang sustainable dan menguntungkan.

Berawal dari Sepatu Alpargatas
     Semua berawal ketika Blake Mycoskie berkunjung ke Argentina pada tahun 2006. Dia mengenal Alpargatas, jenis sepatu simpel berbahan kanvas dengan model siap pakai (slip-on shoes) yang telah dipakai petani Argentina selama ratusan tahun. Alpargatas memiliki desain yang simpel dengan fungsi yang kuat, sehingga dia pun tertarik dan mulai menggunakannya.
     Pada kunjungannya ke Buenos Aires, Mycoskie menemukan bahwa banyak anak-anak yang berjalan kemana pun tanpa menggunakan sepatu. Fenomena nyeker tersebut ternyata bukan karena mereka ingin, tapi karena mereka tidak punya. Banyak anak-anak miskin yang tidak bisa memiliki  sepatu dan Mycoskie menyadari bahwa hal tersebut merupakan masalah serius. Tanpa memiliki sepatu, berbagai infeksi dan penyakit dapat menular dan anak-anak tersebut terancam tidak dapat bersekolah.

Konsep One For One
     Mycoskie pun tergerak untuk membantu dengan menginisiasi konsep One For One: untuk setiap sepasang sepatu yang dibeli, maka mereka akan menyumbangkan sepasang sepatu untuk anak-anak yang membutuhkan.
     Mei 2006 TOMS mulai memproduksi 250 pasang sepatu, dan setelah diliput Los Angeles Times, mereka mendapatkan pesanan hingga 10.000 pasang sepatu dalam 6 bulan pertama. Pada Oktober 2006, mereka mulai mendistribusikan sepatu gratis kepada anak-anak kurang mampu di Argentina dengan jumlah yang sama: 10.000 pasang sepatu.
     Konsep One For One memberikan keuntungan yang baik bagi perusahaan dengan dampak sosial yang nyata dan terukur. Konsep ini juga berhasil menjadikan “berbagi” sebagai visi perusahaan sekaligus visi konsumen.

     Di tahun 2011, sepatu TOMS telah mendunia dengan lebih dari 500 retailer. Hingga hari ini, lebih dari 350 juta pasang sepatu telah dibagikan kepada anak-anak di berbagai negara berkembang seperti Etiopia, Rwanda, Guatemala, Haiti, dan Afrika Selatan. Dengan konsep yang sama, TOMS juga mulai memberikan bantuan untuk penglihatan melalui produk kacamata dan bantuan penyediaan air bersih melalui produk kopi. Di tahun 2014, 50% saham perusahaan TOMS dibeli Bain Capital dengan nilai 625 juta USD.

Produk Yang Bagus dan Visi Yang Jelas
      Semua orang mungkin berpikir nama TOMS diambil dari nama foundernya, tapi tidak. Blake Mycoskie tidak punya nama tengah atau nama keluarga “Tom”. Nama TOM diambil dari visinya saat memulai bisnis ini: “Shoes ForTomorrow”“Kami ingin mencantumkan Shoes For Tomorrow di bawah sepatu yang kami buat, tapi itu terlalu panjang. Maka kami memilih nama TOM”, ujarnya.
      Tujuan Mycoskie untuk perubahan sosial tercermin dari bagaimana mereka mengembangkan budaya perusahaannya. Di TOMS, ada divisi khusus bernama Giving Department dan jabatan khusus bernama Chief Giving Officer.
     Visi TOMS sebagai bisnis sosial tidak membuat mereka mengabaikan kualitas produk yang mereka buat, justru itu merupakan hal yang utama. Kunci dari bisnis sosial yang sukses adalah keberlanjutan bisnis yang diperoleh dengan keuntungan yang stabil. Bagi pebisnis sosial, keuntungan adalah bahan bakar yang memastikan perubahan sosial ciptakan terus berkelanjutan. TOMS tidak hanya berhasil mendapatkan kepercayaan konsumen dari misi sosialnya yang baik, tetapi juga dari produknya yang berkualitas.
     Konsep One For One telah banyak menginspirasi brand besar dan berbagai pebisnis sosial untuk mengadaptasi konsep serupa. TOMS memberikan contoh nyata bisnis sosial yang ideal: memberikan dampak sosial yang nyata tanpa mengabaikan profit dan keberlanjutan bisnis.
Semoga menginspirasi!
*Dikutip dari : sosialbisnis.com